Senin, 06 Desember 2021

Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Program Kampus Guru Cikal, diselesaikan 19 November 2021


    Mengajar adalah kegiatan yang paling imajinatif , seperti bermain peran, simulasi, bercerita, semua tentunya mengarah kepada pembelajaran tertentu yang diinginkan. Oleh karena itu, menetapkan tujuan instruksional memerlukan upaya untuk mengidentifikasi dengan tepat apa yang akan diharapkan murid akan pelajari. Menentukan tujuan pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru dalam memulai kegiatan mengajarnya (Memahami Tujuan Belajar, Kampus Guru Cikal).

    Dimanakah saya menemukan tujuan pembelajaran? di RPP! Ya benar, saya menemukan tujuan pembelajaran untuk siswa di RPP yang saya rancang!


    Tujuan pembelajaran RPP diatas adalah melalui diskusi peserta didik mampu menjelaskan jenis - jenis pianika dengan benar dan percaya diri. Apakah tujuan pembelajaran di RPP saya sudah sesuai dengan definisi tujuan pembelajaran dalam merdeka belajar? Mari kita simak miskonsepsi tentang tujuan pembelajaran untuk mengetahui apakah sudah sesuai atau tidak.

Miskonsepsi Tujuan Pembelajaran:1

  • Tujuan pembelajaran harus berdasarkan kompetensi inti dan kompetensi dasar dari kurikulum nasional.

        Kurikulum Nasional memang sudah menyediakan daftar kompetensi inti da kompetensi dasar namun bukan berarti guru tidak dapat membuat kompetensi yang sesuai dengan kondisi peserta didik. Kurikulum Nasional bisa dijadikan kerangka agar dapat dikembangkan kembali oleh guru.
        Berdasarkan contoh tujuan pembelajaran pada RPP yang saya rancang, menurut saya sudah terbebas dari jerat miskonsepsi tentang tujuan pembelajaran karena KD pada kurikulum Nasional berbunyi " Memahami konsep dasar memainkan alat musik sederhana dan memainkan alat musik sederhana secara perorangan". Saya menerjemahkannya dengan memahami dan memainkan alat musik pianika, karena tersedia di ruang seni, dan siswa hanya perlu untuk membeli alat tiupnya saja seharga lima belas ribu.  

  • Tujuan pembelajaran dibuat oleh pimpinan sekolah.

        Guru memiliki peran besar untuk merumuskan tujuan pembelajaran karena gurulah yang sehari - hari berinteraksi dengan peserta didik dikelas, sehingga tidak tepat jika tujuan pembelajaran dibuat oleh kepala sekolah yang hanya menginginkan prestasi segelintir siswa dibandingkan siswa - siswa yang memiliki keterbatasan dan kesulitan belajar. 

         Pada point ini juga saya sudah merdeka dari belenggu, karena pimpinan tidak pernah memberikan atau mengharuskan saya untuk memberikan tujuan khusus untuk pembelajaran seni budaya di mata pelajaran seni budaya. 

  • Tujuan pembelajaran harus spesifik dan kompleks.

        Siapapun yang membaca tujuan pembelajaran bisa langsung paham dan mengerti apa maksudnya sehingga harus menggunakan kata-kata yang jelas dan mudah dimengerti dan bisa dijadikan kalimat tanya. 

            Menurut saya, tujuan pembelajaran saya bisa dipahami dan dimengerti namun terlalu spesifik dan komplek. Bagaimana menurut anda? 

  • Tujuan pembelajaran adalah pengetahuan yang harus dimiliki oleh murid.

        Tujuan pembelajaran adalah pernyataan mengenai apa yang akan dipelajari oleh murid, bukan hanya pengetahuan tapi juga harus bisa menggambarkan  pemahaman dan keterampilan yang nantinya akan dimiliki murid setelah pembelajaran berakhir.

            Menurut saya dibagian ini saya masih terjebak pada miskonsepsi karena keegoisan saya yang menginginkan siswa dapat memainkan alat musik pianika, padahal seharusnya lebih dari hanya sekedar memainkan pianika.  

  • Membuat tujuan pembelajaran mudah dan cepat.
        Membuat analisis tujuan pembelajaran tidak mudah dan cepat, membuatnya harus melalui analisis dengan melihat karakteristik siswa dan kebutuhan murid secara mendalam.

        Tujuan pembelajaran pada RPP dibuat dengan cepat tanpa melalui proses analisis dengan melihat karakteristik siswa dan kebutuhan murid. 

  • Tujuan pembelajaran tidak ada hubungannya dengan asesmen.
       Tujuan pembelajaran sangat berkaitan dengan asesment, sehingga dalam tujuan pembelajaran harus jelas terdeskripsikan melalui asesment.

        Jika dilihat dari asesment yang dibuat sama sekali tidak berhubungan dengan asesment yang komplek sehingga pada bagian ini saya masih terjebak dalam miskonsepsi.     

 

  • Tujuan pembelajaran adalah daftar konten yang harus diajarkan guru.
        Tujuan pembelajaran adalah deskripsi dari apa yang ingin murid pelajari dan bukan konten, namun pengetahuan, keterampilan dan kompetensi apa yang ingin dikuasai murid sehingga profiling murid mutlak diperlukan.

        Pada aspek ini saya juga masih berada dalam zona miskonsepsi, karena saya tidak pernah menawarkan kepada siswa apa yang ingin mereka pelajari dan yang membuat mereka termotivasi untuk mempelajari pengetahuan secara utuh.


        Definisi tujuan pembelajaran menurut Bukik Setiawan adalah arah, bukan target karena belajar tidak sama seperti supir angkot,  seperti kompas yang akan memandu kemana arah ke barat, timur, utara ataupun selatan menuju petualangan belajar. Kriteria tujuan belajar dalam merdeka belajar adalah pelibatan murid dalam memilih dan menentukan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran terkait dengan murid karena pembelajaran adalah milik murid. Mengacu pada penguasaan kompetensi tertentu, karena penguasaan kompetensi yang diiginkan butuh rute - rute tertentu, misalkan bagaimana bisa menulis jika belum bisa membaca. Tujuan pembelajaran terkait dengan isu komunitas sehari-hari, untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari sehingga guru dan murid berarti dalam belajar dan mereka merasa berarti. Tujuan pembelajaran juga terkait dengan kurikulum sekolah yang tertuang dalam visi misi sekolah.

        Tujuan pembelajaran penting dibuat guru, perumpamaannya misalkan di kedokteran banyak macam - macam buku tentang penyakit dan cara penangannannya tapi kita sebagai pasien tidak bisa membaca sendiri bukunya, menerapkan serta menentukan obatnya, sehingga kita tetap membutuhkan dokter. Sakit yang sama tidak lantas obatnya sama, karena kondisi pasien yang tidak sama. Buku pengobatan dalam pendidikan adalah kurikulum, yang walaupun sudah tertulis lengkap tetap membutuhkan guru karena berperan melakukan penyesuaian mencakup apa yang akan dipelajari murid, bagaimana kemampuan awal murid, bagaimana profil murid, bagaimana ketersediaan waktu belajar dan sebagainya untuk menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas.


    Untuk merumuskan tujuan pembelajaran haruslah bermula pada tujuan akhir. Saat kita ingin bepergian, maka saat keluar rumah kita sudah menentukan tujuan akhir kita kemana, bukan menentukan baju apa yang harus dipakai, membawa oleh-oleh apa.  Misalkan saya ingin pergi ke Bangkalan untuk mengunjungi teman baru. Saya dapat memilih transportasi apa saja yang ingin saya gunakan untuk mencapai tempat tujuan dan kendala - kendala apa jika saya memilih transportasi tersebut. Alamat juga harus jelas, bukan hanya nama kelurahannya saja agar tidak tersesat dan malah jauh dari tujuan awal. 
        Begitu juga dengan tujuan pembelajaran harus jelas sejelas-jelasnya, lengkap menjelaskan siapa, apa yang hendak dipelajari, dan harus tepat sasaran. Tepat sasaran adalah tujuan yang memberikan tantangan pada perkembangan di usianya. sehingga guru tau masalah yang dihadapi muridnya, apa yang dibutuhkan muridnya. Tujuan pembelajaran tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit dicapai oleh murid.

Langkah perumusan tujuan pembelajaran. 

  1. Melakukan analisis kinerja.
  2. Buat draft tujuan awal.
  3. Tuliskan pengetahuan apa yang ingin murid pelajari, konsep apa yang murid akan pahami, keterampilan apa yang akan murid kuasai.
  4. Tuliskan tujuan pembelajaran instruksional dalam bentuk pernyataan.
  5. Tuliskan tujuan pembelajaran dalam bentuk pertanyaan.

untuk melakukan analisis kerja dengan langkah-langkah berikut: 

  1. Lihat kembali daftar KI dan KD atau tujuan pembelajaran yang ada di dalam kurikulum masing-masing. 
  2. Lihat daftar tujuan pembelajaran yang sudah dilakukan di semester lalu/ triwulan lalu. 
  3. Periksa gap antara daftar tujuan pembelajaran dengan hasil kinerja murid dikelas. Hasil kinerja bisa dilihat dari nilai tugas terakhir atau portfolio murid. 
  4. Selidiki mengapa gap itu terjadi dengan melakukan analisis kebutuhan, yang dimaksud kebutuhan adalah: 

    • - hasil yang diinginkan 
    • - hasil pada kenyataannya. 
    • - kebutuhan = hasil yang diinginkan - hasil pada kenyataaan. 

Apabila sudah menemukan satu tujuan pembelajaran, berikut yang bisa kita lakukan: 

 

Periksa kembali apakah tujuan pembelajaran sudah: 

- Sesuai dengan kebutuhan murid? 

- Bisa diukur dalam waktu yang ditentukan? 

- Apakah cukup memberikan pilihan dan tantangan bagi murid? 

- Sesuai dengan konteks pembelajaran? 

 

Berikut adalah contoh tujuan pembelajaran yang bisa direvisi menurut kriteria tujuan pembelajaran. 

- murid mampu mengerjakan perkalian. 

- murid mampu menulis cerita. 

- murid mampu melakukan eksperimen. 

- murid mampu menjelaskan proses adaptasi pada mahluk hidup. 

- murid mampu menendang bola.


 membongkar kembali tujuan awal pembelajaran yang Anda punya. Caranya dengan membuat klasifikasi dari tujuan pembelajaran tersebut. 

 

1. Tuliskan konsep yang murid akan pahami dari tujuan pembelajaran tersebut. Dalam hal ini, Anda sebagai guru harus benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan konsep dan bedanya dengan keterampilan maupun pengetahuan. Contoh konsep: 

- siklus 

- sistem 

- organisasi 

- profesi 

- perbedaan 

 

2. Tuliskan keterampilan yang akan dikuasai oleh murid di kanvas bidang warna kuning. Contoh keterampilan: 

- menulis 

- membuat klasifikasi 

- mendesign 

- berpikir kritis 

- menganalisis 

 

3. Tulis pengetahuan yang akan dikuasai oleh murid di kanvas bidang warna pink. Contoh pengetahuan: 

- nama binatang 

- nama tanaman 

- tokoh-tokoh sejarah 

- angka 1-1000 

 

Silahkan tuliskan tujuan pembelajaran Anda dibagian paling bawah untuk bisa melihat kembali apakah tujuan pembelajaran Anda sudah cocok dengan kompetensi yang diinginkan.

 
        Diagram dan keterangn diatas adalah kanvas dari Kampus Guru Cikal yang saya buat sesuai apa yang saya pahami, namun dengan mengisi kanvas tersebut memperbudah jalan berpikir saya, walaupun saya masih belum paham apakah itu benar atau salah, namun sepertinya di kampus guru cikal saya diberikan keleluasaan untuk dapat membuat sesuatu yang baru, yang tidak harus sama seperti yang dibuat orang - orang kebanyakan, sehingga bisa tau kalau itu benar ataupun tidak dengan cara mengaplikasikannya, bukan cuma membuatnya. Aplikasikan, ujicobakan agar tau apakah yang kita lakukan sudah benar atau tidak. Cari rekan yang dapat diajak untuk share, sehingga kita mendapatkan feedback dari apa yang telah kita lakukan dan buat rencana tindak lanjut untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi.


            Semoga share saya kali ini dapat bermanfaat untuk teman - teman guru, sepertinya kedepan tidak perlu bingung ngurusi perubahan kurikulum karena yang perlu kita rubah adalah perlakuan - perlakuan kita pada siswa yang selama ini masih terjerat dalam miskonsepsi. Murid masih kesulitan dalam menentukan tujuan belajarnya, sehingga kita selaku guru harus benar-benar memberikan pemahaman-pemahaman tentang pentingnya tujuan belajar buat mereka. Sepenting apakah pelajaran seni budaya misalkan, apa yang ingin mereka pelajari dari seni budaya, aspek yang mana yang benar-benar mereka pelajari. Murid yang baru lulus SD minim informasi jika seni budaya terdiri dari 4 aspek mereka hanya tahu bahwa seni budaya hanya seni rupa, musik dan prakarya. Pembelajaran di SD juga minim karena guru kelas yang memiliki peran terbesar dalam kelas, sedangkan di SMP setiap mata pelajaran memiliki guru masing-masing.
            Jangan lupa tinggalkan komentar ya, karena feedback dari pembaca sangat berarti buat saya untuk memperbaiki apa yang kurang dari pembelajaran saya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar